GERAKAN INDONESIA ASRI X JUMAT PAGI BERSIH LINGKUNGAN (JUMPA BERLIAN)

Jumat, 6 Februari 2026.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

Dalam rangka menyukseskan Gerakan Indonesia Asri, jajaran Staf BAPPERIDA Kabupaten Kepulauan Selayar ikut serta dalam Kerja Bakti Terpadu yang dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor. Turut hadir diantaranya Kodim 1415 Kepulauan Selayar, Polres Kepulauan Selayar, Kejaksanaan Negeri Kepulauan Selayar, DANPOS TNI AL, Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Selayar, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Selayar, Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar, Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Tanadoang, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Selayar,  Pos SAR Nasional, Rumah Tahanan Kelas II.B Selayar, Komisi Pemilihan Umum Selayar, Kantor Bank BNI Cabang Selayar, Kantor Bank Sulselbar Cabang Selayar, dan unsur-unsur lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu di sepanjang kawasan pantai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hingga Pelabuhan Benteng, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan pesisir.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh, sejalan dengan upaya mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

MUSRENBANG TINGKAT KECAMATAN TAHUN 2026 HARI KE-3 : KECAMATAN BONTOSIKUYU

Pada hari ke-3 pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan dilaksanakan di Kecamatan Bontosikuyu pada hari Rabu, tanggal 28 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Bontosikuyu. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Perencanaan berikutnya sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai sistem perencanaan pembangunan daerah.

Musrenbang Kecamatan dihadiri oleh Wakil Bupati, Kepala Bapperida, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui Musrenbang Kecamatan diharapkan terwujud kesepakatan bersama terhadap prioritas pembangunan kecamatan yang berpedoman pada kebutuhan masyarakat, mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah, serta menjadi dasar dalam penyusunan rancangan RKPD.

MUSRENBANG TINGKAT KECAMATAN TAHUN 2026 HARI KE-2 : KECAMATAN BONTOMATENE

Pada hari ke-2 Musrenbang Tingkat Kecamatan dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Bontomatene. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Perencanaan berikutnya, sebagaimana diamanatkan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.

Melalui Musrenbang Kecamatan ini diharapkan terbangun kesepakatan lintas pemangku kepentingan terhadap prioritas pembangunan kecamatan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat, berorientasi pada hasil (outcome), serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bapak Drs. H. Muhtar, M.M, Kepala BAPPERIDA Ibu Dr. Finriyani Arifin, S.Pi., M.Si, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta perwakilan pemangku kepentingan lainnya.

 

MUSRENBANG TINGKAT KECAMATAN TAHUN 2026 HARI KE-1 : KECAMATAN BONTOHARU

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar secara resmi memulai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2027.

Kegiatan ini diawali di Kecamatan Bontoharu yang dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026  dan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepualauan Selayar Bapak Drs. H. Muhtar, M.M., Musrenbang Kecamatan ini menjadi tonggak awal proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, sebagai lanjutan Musrenbang Desa dan Kelurahan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda, Kepala OPD terkait, unsur Pemerintah Kecamatan Bontoharu, Perwakilan Pemerintah Desa, serta Pemangku Kepentingan Pembangunan Daerah.

“Musrenbang tingkat kecamatan merupakan forum strategis yang melibatkan antar pelaku pembangunan dalam lingkup penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Selayar 2027, forum ini juga bertujuan untuk menghubungkan agenda dan prioritas pembangunan kecamatan dengan agenda dan prioritas Pemerintah Daerah sebagai lembaga teknis pelaksana program dan kegiatan.”, ucap Wakil Bupati Kepulauan Selayar Muhtar dalam sambutannya.

Dalam sambutannya juga Wakil Bupati Kepulauan Selayar melakukan sosialisasi Program Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa (GEMERLAP) dan Gerakan Menanam Batara (GEMETAR) kepada seluruh pemangku kepentingan di tingkat Kecamatan.

 

 

 

Penguatan Ekonomi Rakyat Melalui GRAMEES BANK: Inisiatif Strategis Marzuki Adam, S.Kel

GRAMEES BANK adalah akronim dari Gerakan Masyarakat Menuju Akses Perbankan, merupakan Aksi Perubahan dari Pelatihan Kepemimpinan Adiministrator (PKA) Angkatan XVIII Tahun 2025 pada Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (PUSJAR SKMP LAN RI) Makassar.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 9 Tahun 2023 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, dan Peraturan Bupati Kepulauan Selayar Nomor 44 Tahun 2024 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan, Riset Dan Inovasi, disebutkan bahwa Bapperida Kabupaten Kepulauan Selayar mempunyai tugas membantu Bupati dalam fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah, pengkajian, penerapan, invensi dan inovasi yang menjadi kewenangan daerah.

Selanjutnya, Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia dipimpin oleh Kepala Bidang merupakan unsur penunjang fungsi pelaksana perencanaan pembangunan manusia dan pemerintahan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan melalui Sekretaris yang mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam mengoordinasikan, merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis perencanaan bidang pemerintahan dan pembangunan manusia.

Salah satu agenda yang menjadi koordinasi Bidang PPM adalah penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Bidang PPM adalah tim sekretariat Tim Koordinasi Penaggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Kepulauan Selayar. Koordinasi terkait permasalahan kemiskinan saat ini telah berjalan dengan melibatkan OPD yang mempunyai keterkaitan langsung dengan kemiskinan. OPD tersebut seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan.

Perkembangan Antar Waktu Persentase Penduduk Miskin (P0) Kab. Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional Tahun 2020-2024

Angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Selayar belum menunjukkan penurunan berarti. Dapat dilihat pada grafik di atas, kemiskinan Kabupaten Kepulauan Selayar masih di atas dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional. Berbagai program bantuan telah disalurkan langsung masyarakat miskin baik yang bersumber dari APBD maupun APN.

Hal ini menunjukkan masih perlunya kerja keras semua pihak serta koordinasi antar OPD Beberapa kendala yang telah teridentifikasi terkait kinerja penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah:

  1. Data kemiskinan masih perlu terus di update;
  2. Program bantuan masih ada yang tidak tepat sasaran;
  3. Bantuan yang diterima belum sanggup melepaskan penerima dari jerat kemiskinan;
  4. Penerima bantuan enggan keluar dari daftar pemerima walaupun tingkat kesejahteraanya telah meningkat;
  5. Terbatasnya akses kredit dan permodalan dengan bunga rendah.

Diperlukan sebuah inovasi sehingga kendala tersebut di atas dapat teratasi. Untuk masalah data telah terbit Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan penanggulangan kemiskinan. DTSEN ini berupa data By Name By Adress (BNBA) yang berisi nama-nama masyarakat yang dibagi per tingkat kesejahteraan (desil) mulai dari desil 1 sampai 10. Desil 1 adalah kelompok masyarakat dengan tingkat kesejaheraan terendah. DTSEN adalah sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

DTSEN ini terus diverifikasi dan divalidasi sehingga tiap tiga (3) bulan ada update terbaru. Dengan DTSEN ini program pemberian bantuan diupayakan menjadi lebih tepat sasaran Terkait perilaku penerima bantuan yang enggan keluar dari kategori miskin karena tidak ingin keluar dari daftar penerima dapat dilakukan pemberian pemahaman bahwa bantuan hanya untuk masyarakat miskin dan dapat berimplikasi hukum bila bukan masyarakat miskin yang menerima. Telah ada beberapa contoh kasus pengembalian bantauan akibat penerima bersangkutan telah keluar dari kategori mikin namun tetap menerima.

Untuk akses permodalan telah ada program dari pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari beberapa bank pemerintah seperti BRI, BNI, BSI, Bank Mandiri dan Bank Sulselbar. Namun dibanding daerah lain di Sulawesi Selatan realisasi KUR di Kabupaten Kepulauan Selayar tergolong rendah dan berada di posisi paling bawah seperti diperlihatkan pada grafik di bawah ini.

Kinerja Penyaluran KUR di Sulawesi Selatan 2025

Masyarakat dengan taraf ekonomi rendah, utamanya pelaku Usaha Kecil Skala Mikro perlu diberdayakan melalui pemberian akses permodalan sehingga tidak hanya mengandalkan Bantuan Sosial (Bansos). Kendala selama ini karena kepercayaan bank yang rendah terhadap masyarakat pada golongan ini. Akan sangat baik bila ada inovasi yang bisa memberikan peluang bagi masyarakat miskin penerima rutin Bansos untuk dapat mengakses permodalan dengan bunga rendah dan kalau memungkinkan tanpa agunan. Oleh karena itu kami merencanakan Aksi Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) ini sebuah inovasi untuk memfasilitasi akses permodalan bagi para penerima Bansos agar lebih cepat berdaya dengan melakukan pertemuan rutin antara penerima Bansos dengan Lembaga Keuangan.

Relasi keduanya merupakan sebuah kemitraan atau kerjasama saling menguntungkan dimana penerima Bansos membutuhkan akses permodalan untuk dapat keluar dari kategori masyarakat miskin dan Lembaga Keuangan membutuhkan nasabah untuk menyalurkan angggarannya.

TIM KERJA AKSI PERUBAHAN GRAMEES BANK

GRAMEES BANK adalah sebuah inovasi untuk memfasilitasi akses permodalan bagi para penerima Bansos agar lebih cepat berdaya dengan membangun relasi antara penerima Bansos dengan Lembaga Keuangan. Relasi keduanya merupakan sebuah kemitraan atau kerjasama saling menguntungkan dimana penerima Bansos membutuhkan akses permodalan untuk dapat keluar dari desil terbawah DTSEN dan Lembaga Keuangan membutuhkan nasabah untuk melaksakan kewajibannya menyalurkan anggaran micro finance.

Informasi Selengkapnya dapat mengakes ke link berikut:

Youtube : http://youtube.com/watch?si=7THz1aSCfGT9hqz-&v=11dA_cRcleg&feature=youtu.be

Majalah : https://drive.google.com/file/d/107H3vnaclHdrnyA1VX6uJroZqPqMW8V_/view?usp=drive_link

Forum Konsultasi Publik : Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2026

Senin, 24 Maret 2025

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar mengadakan kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2026, pada Senin, 24 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar.

Forum ini dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar, Bapak H. Muhammad Natsir Ali, dan dihadiri pula Kepala BAPPERIDA Kabupaten Kepulauan Selayar (Dr. Finriyani Arifin, S.Pi., M.Si), Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Para Staf Ahli, Para Asisten Setda, Kepala Perangat Daerah Se- Kabupaten Kepulauan Selayar, Para Akademisi, Para Pimpian Instansi Vertikal, Para Pimpinan BUMN dan BUMD, Para Camat dan Lurah Se- Kabupaten Kepulauan Selayar, Para Pimpinan Organisasi Pemuda, Organisasi Wanita, Asosiasi Profesi, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat/Adat, LSM, Dunia Usaha, Media, Forum Anak, dan Perwakilan dari Kelompok PPKS (Pemerlu Pelayaan Kesejahteraan Sosial).

Dalam sambutannya, Bapak Bupati Kepulauan Selayar mengharapkan beberapa hal yaitu :

  1. Banyak masukan dan saran positif dan konstruktif serta ide-ide untuk menyelesaikan permasalahan daerah dan pelaksanaan Pembangunan dari peserta forum;
  2. Lebih memperhatikan prinsip pembangunan inklusif, berkelanjutan dan berkeadilan (ramah disabilitas) sehingga setiap masukan yang diberikan mampu memberi manfaat bagi masyarakat;
  3. Kepala Perangkat Daerah sudah dapat menentukan tujuan dan sasaran pada Organisasi Perangkat Daerahnya untuk tahun 2025-2029.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Ibu Dr. Finriyani Arifin, S.Pi., M.Si) dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (Bapak Nursal Ikhsan, S.E., M.Ak., M.Si) sebagai Narasumber, dan Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (Bapak Dr. Risbar Novrianto R.Gauk, S.Hut., M.Si) sebagai Moderator.

 

ORIENTASI PENYUSUNAN RPJMD TAHUN 2025-2029 DAN RKPD TAHUN 2026

Rabu, 19 Februari 2025

Dr. Finriyani Arifin, S.Pi., M.Si, selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah menghadiri sekaligus menjadi Narasumber dalam rangka pelaksanaan Penyusunan RPJMD Tahun 2025-2029 Dan RKPD Tahun 2026, pada hari Rabu di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar

Kegiatan ini dibuka oleh H. Muh Basli Ali, selaku Bupati Kepulauan Selayar namun hal ini diwakili oleh Ir. M. Yunan Krg. Tompobulu, ST. MT., IPM selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, dan turut dihadiri oleh Ibu Ir. Suciati Sapta Margani, M.Si selaku Fungsional Perencana Ahli Madya Bappelitbanda Provinsi Sulawesi Selatan, para Asisten, Staf Ahli serta beberapa Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Saya mengharapkan kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk segera melakukan pemetaan program kegiatan dan sub kegiatan prioritas dengan melihat visi-misi program prioritas dan program kerja bupati dan wakil bupati terpilih yang akan dimuat dalam RPJMD tahun 2025-2029 dan tentunya program prioritas perangkat daerah juga harus termuat dalam renstra masing-masing opd untuk tahun 2025-2029”, harap Bupati Kepulauan Selayar dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut.